Gejala Infeksi Jamur Kulit

Gejala infeksi jamur kulit tergantung kepada jenis infeksi yang dialami. Di bawah ini akan dijabarkan gejala dari masing-masing jenis infeksi jamur kulit.

Tinea corporis – Ruam kemerahan dengan bagian tepi yang menyerupai cincin. Selain memiliki tekstur bersisik, ruam juga terasa gatal, serta bisa melepuh dan mengeluarkan cairan.

Tinea cruris – Kulit di sekitar selangkangan memerah, mengelupas, dan terasa gatal atau seperti terbakar.

Tinea pedis – Gatal disertai sensasi panas dan menyengat di antara jari kaki atau di telapak kaki. Selain itu, kulit di telapak kaki akan terasa kering, mengelupas, atau melepuh.

Tinea capitis – Bercak yang terasa gatal di kepala, serta kulit kepala memerah, botak dan bersisik di area yang terkena kurap. Gejala lain yang mungkin timbul adalah nyeri di kulit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening di kepala, dan demam ringan.

Jamur kuku – Warna kuku pucat atau gelap, bentuk kuku berubah, menebal, serta rapuh. Jamur kuku lebih sering terjadi di kaki, namun juga dapat menyerang kuku di tangan.

Ruam popok – Kulit di bokong dan di area selangkangan hingga ke paha, memerah dan mengalami iritasi, serta hangat bila disentuh.

Kandidiasis – Jenis infeksi ini umumnya terjadi di lipatan kulit, dengan gejala seperti benjolan berisi nanah, serta ruam yang disertai gatal dan rasa terbakar. Kandidiasis juga bisa terjadi di kulit di bawah kuku, dengan gejala bengkak dan nyeri, disertai nanah.

Ada pula kandidiasis yang menyerang mulut. Gejala yang timbul antara lain bintik-bintik putih di lidah dan bagian dalam mulut, yang terasa nyeri dan bisa berdarah bila digaruk. Gejala lainnya adalah kulit pecah-pecah di sekitar mulut, kesulitan dalam menelan, dan rasa tidak enak di mulut.

Pada kandidiasis yang menyerang vagina, gejalanya antara lain kulit di sekitar vagina memerah, disertai gatal dan rasa terbakar, serta keluar cairan putih atau kuning dari vagina.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*