Mengetahui Penyebab Darah Tinggi

Hypotension atau tekanan darah rendah bisa mempunyai arti yang berbeda bagi setiap orang. Tekanan darah normal ada di angka 120/80 mmHg, tetapi angka di luar tersebut dialami bagi orang yang sehat. Anda bisa mengetahui kondisi tekanan darah melalui usia, riwayat kesehatan, dan kondisi semuanya. Jika ingin mengetahui lebih jelas bisa membaca artikel sehat.online.

Nah, upaya terbaik mengatasi gejala darah rendah bisa melalui pola konsumsi untuk meningkatkan tekanan darah. Perlu Anda memerhatikan gejala darah rendah dan rutin mengukur tekanan darah bisa dilakukan untuk menghindari gejala tekanan darah rendah. Tidak hanya itu, Anda bisa mengonsumsi makanan seperti berikut ini.

  • Mengonsimsi makanan dengan kandungan vitamin B-12. Bila terlalu sedikit konsumsi vitamin B-12 bisa menyebabkan anemia yang berdampak pada tekanan darah rendah. Anda bisa mengonsumsi vitamin B-12 tinggi yang didapatkan dari sereal, telur, dan daging sapi.
  • Konsumsi makanan dengan kandungan folat. Bila Anda kurang mengonsumsi folat maka efeknya seperti kurang vitamin B-12. Anda bisa mendapatkan folat berasalkan kacang-kacangan, asparagus, dan hati.
  • Meminum teh akar manis mampu menurunkan efek dari aldosteron untuk membantu mengatur dampak dari garam di dalam tubuh. Selama rutin meminum teh akar manis bisa meningkatkan tekanan darah.
  • Kafein kopi dan minuman dengan kandungan kafein ternyata dapat meningkatkan tekanan darah. Fungsi dari kafein ini akan menstimulasi sistem kardiovaskuler serta meningkatkan detak jantung Anda.
  • Garam. Anda perlu mengonsumsi makanan dengan kandungan garam yang tinggi untuk meningkatkan tekanan darah.
  • Cairan. Bila Anda dehidrasi maka akan menurunkan volume darah, sehingga menyebabkan tekanan darah menurun secara drastis. Sekalipun Anda ingin berolahraga, silakan atur waktu dan konsumsi air mineral secukupnya.

Penjelasan berikut semoga akan memberikan informasi yang tepat bagi Anda. Setidaknya perhatikan dulu kondisi tubuh Anda demi kesehatan. Itu saja penjelasan yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga berkenan dan kalau perlu silakan baca artikel kesehatan lainnya dengan mengunjungi website sehat.online.

Read More

Pengobatan Dan Pencegahan Infeksi Jamur Kulit

Pengobatan Infeksi Jamur Kulit

Beberapa jenis infeksi jamur kulit bisa ditangani dengan krim atau salep antijamur yang dijual bebas. Namun bila kondisi tidak juga membaik, segera periksa ke dokter, agar diberikan pengobatan yang lebih sesuai.

Beberapa jenis obat antijamur adalah clotrimazole, fluconazole, miconazole, terbinafine, ketokonazol, dan griseofulvin. Selain berbagai obat di atas, dokter juga bisa meresepkan obat kumur, seperti nystatin, untuk mengatasi infeksi jamur di daerah mulut. Tetapi untuk kandidiasis mulut yang berat, dokter akan meresepkan amphotericin B.

Pencegahan Infeksi Jamur Kulit

Pencegahan infeksi jamur kulit dapat dilakukan dengan melakukan beberapa langkah sederhana, namun tergantung kepada jenis infeksi yang dialami. Berikut ini akan dijelaskan sejumlah langkah pencegahan pada masing-masing jenis infeksi jamur kulit.

Pencegahan kurap

Kurap dapat dicegah dengan rutin menjaga kebersihan tubuh, serta menghindari penggunaan bersama sikat gigi, handuk, atau pakaian. Selain itu, hindari kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi, terutama bagi seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Jaga kebersihan kulit kepala dengan rutin keramas, agar terhindar dari kurap kepala. Sedangkan untuk mencegah kurap kaki, cuci kaki dengan sabun setiap setelah pulang dari bepergian. Jangan lupa untuk langsung mengeringkan kaki terutama pada sela-sela jari. Ingatlah untuk tidak berbagi penggunaan kaos kaki dan sepatu dengan orang lain, serta selalu kenakan sandal di fasilitas umum.

Langkah pencegahan lain adalah dengan menjemur atau mengeringkan sepatu setiap selesai dipakai. Hal ini untuk menghindari kondisi lembap pada sepatu, yang memicu perkembangan jamur. Selain itu, pilih kaos kaki berbahan katun atau wol, dan segera ganti apabila basah.

Pencegahan jamur kuku

Jamur kuku bisa dicegah dengan menjaga kuku tetap pendek. Kuku yang pendek akan lebih mudah dibersihkan dan terhindar dari cedera. Cara lain untuk mencegah jamur kuku adalah dengan tidak berbagi alat manikur dan pedikur, mengurangi penggunaan kuku palsu dan pewarna kuku, serta selalu menggunakan alas kaki di luar rumah. Selain itu, selalu keringkan kaki bila basah, terutama bagian sela-sela jari.

Pencegahan panu

Panu dapat dicegah dengan menjaga kulit tetap kering saat berada di daerah lembap atau panas. Selain itu, jangan berbagi pakai handuk, pakaian, dan tempat tidur dengan orang lain, terutama yang diketahui menderita panu.

Penelitian menunjukkan, panu kambuh kembali pada 40-60 persen penderita yang berhasil sembuh. Pada penderita yang sering mengalami kekambuhan, perawatan kulit menggunakan sampo dengan kandungan selenium sulfida, dapat dilakukan tiap 2 minggu. Langkah lain yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari paparan sinar matahari dalam waktu lama dan tidak melakukan aktivitas yang memicu keringat berlebihan.

Pencegahan ruam popok

Untuk mencegah ruam popok, jangan memasang popok terlalu kencang pada bayi. Bahkan dianjurkan untuk membiarkan bayi sesekali tidak mengenakan popok. Selalu bersihkan bokong bayi dengan air setiap mengganti popok, lalu keringkan dengan handuk yang berbahan lembut. Hindari penggunaan alkohol atau parfum sebagai pembersih bokong bayi.

Pencegahan kandidiasis

Kandidiasis mulut dapat dicegah dengan menjaga kebersihan mulut, di antaranya dengan menggosok gigi atau menggunakan benang gigi. Berkumur setiap selesai menggunakan kortikosteroid inhaler juga sangat disarankan.

Sedangkan untuk mencegah kandidiasis pada vagina, hindari penggunaan pakaian yang ketat. Jangan menggunakan pakaian dalam dari bahan yang daya serapnya kurang, seperti nilon dan poliester. Sebaiknya, gunakan pakaian dalam berbahan katun yang mudah menyerap keringat.

Hindari penggunaan sabun atau pembersih kewanitaan yang mengandung pewangi, karena bisa mengakibatkan iritasi dan mengganggu tingkat keasaman vagina. Cukup bersihkan bagian luar vagina dengan air dan sabun lembut tanpa kandungan detergen.

Read More

Penyebab dan Faktor Risiko Infeksi Jamur Kulit

Kurap

Kurap disebabkan oleh jamur golongan Dermatophyta. Jamur ini hidup dari keratin, yaitu suatu protein yang terdapat di kulit, kuku, dan rambut. Terdapat beberapa jenis Dermatophyta yang dapat menyebabkan kurap, yaitu Epidermophyton, Microsporum, dan Trichophyton. Jamur ini sebenarnya hidup secara alami di kulit dan tidak menimbulkan masalah. Tetapi ketika jamur berkembang dengan cepat, misalnya dalam lingkungan yang lembap, akan menginfeksi kulit.

Kurap dapat menyebar melalui kontak fisik antar manusia atau kontak dengan benda yang terkontaminasi jamur, misalnya penggunaan bersama pakaian atau handuk dengan orang yang terinfeksi. Selain itu, penularan juga dapat terjadi akibat kontak dengan hewan yang terinfeksi, serta dengan tanah yang mengandung spora jamur.

Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi kurap, antara lain adanya luka pada kulit, berenang atau mandi di fasilitas umum, tidak mengenakan alas kaki di ruang publik, serta berbagi sikat gigi atau pakaian dengan penderita kurap.

Jamur kuku

Sama seperti kurap, infeksi jamur pada kuku juga disebabkan oleh golongan jamur Dermatophyta. Infeksi bisa terjadi melalui penggunaan alat manikur atau pedikur di salon, yang tidak disterilkan setelah digunakan pada orang lain.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan infeksi jamur kuku adalah diabetes, cedera pada kuku atau kulit di sekitar kuku, sistem kekebalan tubuh lemah, dan penggunaan kuku palsu. Faktor lainnya adalah kondisi lembap dalam jangka panjang pada kaki, misalnya akibat pemakaian jenis sepatu yang menutupi jari kaki dalam waktu lama. Usia di atas 65 tahun juga dapat menjadi salah satu faktor pemicu infeksi jamur kuku.

Panu

Panu disebabkan oleh perkembangan jamur Malassezia di kulit. Belum diketahui apa yang menyebabkan jamur ini berkembang. Para ahli mengaitkannya dengan sejumlah faktor, seperti cuaca lembap dan panas, keringat berlebih, kulit berminyak, perubahan hormon, dan sistem kekebalan tubuh lemah.

Ruam popok

Ruam popok disebabkan oleh jamur Candida albicans. Jamur ini berkembang di area yang lembab. Misalnya, pada bayi yang terlalu lama memakai popok basah akibat urine atau feses.

Ruam juga dapat timbul bila kulit bayi lecet akibat mengenakan popok yang terlalu ketat. Selain itu, paparan zat kimia dari detergen bisa mengiritasi kulit bayi dan menyebabkan ruam.

Kandidiasis

Kandidiasis disebabkan oleh infeksi jamur Candida. Sebenarnya jamur ini hidup secara alami di kulit, tapi bisa tumbuh tak terkendali dan menyebabkan infeksi. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Berat badan berlebih.
  • Cuaca panas.
  • Kondisi kulit yang lembap atau basah.
  • Mengenakan pakaian ketat.
  • Tidak menjaga kebersihan tubuh.
  • Penggunaan jenis obat tertentu, seperti antibiotik atau kortikosteroid.
  • Kondisi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya diabetes atau kehamilan.
Read More

Gejala Infeksi Jamur Kulit

Gejala infeksi jamur kulit tergantung kepada jenis infeksi yang dialami. Di bawah ini akan dijabarkan gejala dari masing-masing jenis infeksi jamur kulit.

Tinea corporis – Ruam kemerahan dengan bagian tepi yang menyerupai cincin. Selain memiliki tekstur bersisik, ruam juga terasa gatal, serta bisa melepuh dan mengeluarkan cairan.

Tinea cruris – Kulit di sekitar selangkangan memerah, mengelupas, dan terasa gatal atau seperti terbakar.

Tinea pedis – Gatal disertai sensasi panas dan menyengat di antara jari kaki atau di telapak kaki. Selain itu, kulit di telapak kaki akan terasa kering, mengelupas, atau melepuh.

Tinea capitis – Bercak yang terasa gatal di kepala, serta kulit kepala memerah, botak dan bersisik di area yang terkena kurap. Gejala lain yang mungkin timbul adalah nyeri di kulit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening di kepala, dan demam ringan.

Jamur kuku – Warna kuku pucat atau gelap, bentuk kuku berubah, menebal, serta rapuh. Jamur kuku lebih sering terjadi di kaki, namun juga dapat menyerang kuku di tangan.

Ruam popok – Kulit di bokong dan di area selangkangan hingga ke paha, memerah dan mengalami iritasi, serta hangat bila disentuh.

Kandidiasis – Jenis infeksi ini umumnya terjadi di lipatan kulit, dengan gejala seperti benjolan berisi nanah, serta ruam yang disertai gatal dan rasa terbakar. Kandidiasis juga bisa terjadi di kulit di bawah kuku, dengan gejala bengkak dan nyeri, disertai nanah.

Ada pula kandidiasis yang menyerang mulut. Gejala yang timbul antara lain bintik-bintik putih di lidah dan bagian dalam mulut, yang terasa nyeri dan bisa berdarah bila digaruk. Gejala lainnya adalah kulit pecah-pecah di sekitar mulut, kesulitan dalam menelan, dan rasa tidak enak di mulut.

Pada kandidiasis yang menyerang vagina, gejalanya antara lain kulit di sekitar vagina memerah, disertai gatal dan rasa terbakar, serta keluar cairan putih atau kuning dari vagina.

Read More

Mengenal Dan Mendalami Ciri-Ciri Jamur Kulit Yang Bikin Jengkel

Image result for Jamur Kulit

Jamur biasanya membuat rumah mereka di daerah lembab tubuh di mana permukaan kulit bertemu: antara jari-jari kaki, di daerah genital, dan di bawah payudara. Infeksi kulit jamur yang umum disebabkan oleh ragi (seperti Candida atau Malassezia furfur) atau dermatofita, seperti Epidermophyton, Microsporum, dan Trichophyton. Banyak jamur semacam itu hanya hidup di lapisan epidermis paling atas (stratum corneum) dan tidak menembus lebih dalam. Orang yang gemuk lebih mungkin terkena infeksi ini karena mereka memiliki lipatan kulit yang berlebihan, terutama jika kulit di dalam lipatan kulit menjadi teriritasi dan terurai (intertrigo). Penderita diabetes cenderung lebih rentan terhadap infeksi jamur juga.

Infeksi jamur kulit juga dikenal sebagai ‘mikosis’. Mereka umum dan umumnya ringan. Namun, pada orang yang sangat sakit atau tertekan kekebalan tubuh, jamur kadang-kadang dapat menyebabkan penyakit parah.

Karakteristik jamur

Jamur adalah parasit atau saprofit dan hidup dari bahan organik mati atau hidup.

Ahli mikologi mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jamur menurut penampilannya dengan mikroskop dan dalam kultur, dan dengan metode reproduksi, yang mungkin seksual atau aseksual. Jamur yang tumbuh memiliki filamen bercabang yang disebut hifa, yang membentuk miselium (seperti cabang adalah bagian dari pohon). Beberapa jamur terkotak-kotak oleh dinding silang (disebut septae).

Arthrospora terdiri dari potongan-potongan hifa, putus di septa. Spora aseksual (konidia) terbentuk pada konidiofor. Fase reproduksi seksual banyak jamur tidak diketahui; ini adalah ‘jamur imperfecta’ dan termasuk yang menginfeksi manusia. Ragi membentuk subtipe jamur yang ditandai oleh kelompok sel bulat atau oval. Ini mengeluarkan sel-sel serupa dari permukaannya untuk membelah dan menyebar. Dalam beberapa keadaan, mereka membentuk rantai sel yang disebut pseudomycelium.

Infeksi jamur superfisial

Ini mempengaruhi lapisan luar kulit, kuku dan rambut. Kelompok utama jamur yang menyebabkan infeksi jamur superfisial adalah:

  • Dermatofita (tinea)
  • Ragi: Candida, Malassezia, Piedra

Infeksi jamur subkutan

Ini melibatkan lapisan kulit yang lebih dalam (dermis, jaringan subkutan dan bahkan tulang). Organisme penyebab hidup di tanah pada vegetasi yang membusuk. Mereka dapat tertusuk ke dalam kulit sebagai akibat dari cedera tetapi biasanya tetap terlokalisasi di lokasi implantasi. Infeksi kulit yang lebih dalam termasuk:

  • Mycetoma
  • Chromoblastomycosis.
  • Infeksi jamur sistemik

Mikosis sistemik dapat terjadi akibat menghirup spora jamur, yang hidup di tanah atau tumbuh-tumbuhan yang membusuk, atau muncul sebagai penyakit oportunistik pada individu yang mengalami gangguan sistem imun.

Infeksi jamur yang dihirup

Meskipun tidak umum, beberapa dapat menginfeksi individu yang sehat. Hasilnya paling sering adalah infeksi ringan dan ketahanan jangka panjang untuk serangan lebih lanjut, tetapi kadang-kadang infeksi ini lebih parah dan kronis (terutama pada kekebalan yang ditekan). Organisme penyebab infeksi jamur sistemik meliputi:

  • Histoplasmosis
  • Coccidioidomycosis (Amerika Utara dan Selatan).
  • Infeksi oportunistik

Mikosis sistemik lainnya hanya menginfeksi mereka yang sudah sakit atau dengan kelainan imunodefisiensi (mereka adalah ‘oportunis’). Infeksi berulang dapat terjadi. Risiko untuk mikosis sistemik meliputi:

  • Penyakit serius dan kelemahan
  • Kanker atau leukemia
  • Diabetes mellitus
  • Transplantasi
  • Dosis besar antibiotik
  • Nutrisi parenteral
  • Kecanduan narkoba
  • Infeksi dengan human immunodeficiency virus (HIV).
  • Infeksi jamur oportunistik meliputi:
  • Aspergillosis (ditemukan di mana-mana)
  • Zygomycosis
  • Cryptococcosis (di mana ada kotoran burung dara)
  • Trichosporon beigelii
  • Pseudallescheria boydii.

Anehnya, infeksi jamur pada satu bagian tubuh contohnya jamur kulit dapat menyebabkan ruam pada bagian tubuh lain yang tidak terinfeksi. Misalnya, infeksi jamur pada kaki dapat menyebabkan ruam yang gatal dan bergelombang di jari. Erupsi ini (dermatofitid, atau reaksi identitas atau id) adalah reaksi alergi terhadap jamur. Mereka tidak hasil dari menyentuh area yang terinfeksi.

sumber :

https://www.msdmanuals.com

https://www.ncbi.nlm.nih.gov

https://www.dermnetnz.org

sumber gambar

Informasi Kesehatan dan Tips Kesehatan

Read More